IT Forum

Google for Mobile 1

1. Menggunakan Alpha Beta Testing

Sebelum meluncurkan sebuah aplikasi, seorang developer bisa terlebih dahulu menguji coba aplikasinya kepada beberapa pengguna khusus. Google sendiri telah menyediakan fitur ini di Developer Console mereka.

Menurut Kunal, apabila sebuah aplikasi sudah mendapat penilaian bagus saat Alpha Beta Testing, maka kemungkinan besar aplikasi tersebut juga akan mendapat penilaian yang baik setelah diluncurkan.

2. Menggunakan Material Design

Pada tahun 2014, Google telah memperkenalkan sebuah bentuk tampilan baru bernama Material Design. Menurut Kunal, Material Design adalah acuan untuk sebuah desain aplikasi mobile yang baik, dan seharusnya semua developer aplikasi Indonesia menggunakan desain tersebut.

3. Menyesuaikan dengan karakter pengguna

Sebelum membuat aplikasi mobile, seorang developer harus memikirkan hambatan-hambatan yang akan dihadapi penggunanya. “Dan di Indonesia, banyak pengguna yang menggunakan smartphone dengan kapasitas penyimpanan yang rendah, dan tinggal di lokasi dengan koneksi internet yang buruk,” ujar Kunal.

Untuk mengatasi hal tersebut, developer Indonesia harus berusaha membuat aplikasi dengan ukuran file yang kecil, serta tidak memaksa pengguna untuk mengunduh dan mengunggah data dalam jumlah yang besar.

4. Melakukan eksperimen di Google Play Store

Alpha Beta Testing

Setiap aplikasi di Google Play akan mendapat sebuah halaman khusus yang berisi nama aplikasi, logo, tangkapan layar, dan penjelasan dari aplikasi tersebut. “Seorang developer harus memperhatikan dengan baik tentang semua konten di halaman tersebut, karena kesan pertama yang dilihat pengguna sangat berpengaruh,” ujar Kunal.

Para developer sebenarnya bisa melakukan Alpha Beta Testing dengan isi halaman tersebut. Contohnya, seorang developer bisa membuat beberapa model dari logo aplikasi buatannya, dan melihat bagaimana reaksi pengguna terhadap setiap model tersebut.

5. Menggunakan Google Sign In

Bagaimana penerapan fungsi Sign In dengan akun Google bisa membantu kamu meningkatkan jumlah pengguna aplikasi kamu? Menurut Kunal, Google telah menyediakan layanan agar kamu bisa menawarkan kepada pengguna yang melakukan login di browser untuk mengunduh aplikasi mobile yang kamu miliki.

“Hal ini telah dilakukan oleh FitBit, dan terbukti bisa meningkatkan jumlah instalasi aplikasi mereka sebesar 40%,” jelas Kunal.

6. Melakukan promosi dengan baik

Setelah memasang aplikasi kamu di Google Play, kamu juga bisa mempromosikan aplikasi tersebut di berbagai layanan yang juga dimiliki oleh Google, seperti Google Search dan YouTube. “Para developer harus memeriksa mana layanan yang memberikan hasil terbaik, untuk kemudian meningkatkan promosi di layanan tersebut,” ujar Kunal.

7. Memasang tarif yang murah

Untuk meraih lebih banyak uang dari para pengguna, Kunal menyarankan para developer untuk memasang harga yang murah untuk aplikasi mereka. “Saat ini kami telah menurunkan harga minimum bagi aplikasi-aplikasi di Google Play, menjadi hanya Rp3.000,” ujar Kunal.

8. Menggunakan sistem pembayaran lokal

Saat ini, Google telah menerima berbagai sistem pembayaran selain lewat kartu kredit, seperti dengan Google Play Gift, PayPal, dan pemotongan pulsa telepon.

Di Indonesia sendiri, Google Play sudah bisa menerima pembayaran dengan pemotongan pulsa untuk pelanggan Telkomsel, XL, dan Indosat

 

Source: ID Techinasia
ReWrite: Inixindo

 

Anda bisa mengikuti training Mobile yang kami sediakan antara lain:

You are not authorised to post comments.

Comments powered by CComment

Silahkan Login untuk memberikan komentar.