IT Forum

Sering mendengar istilah Full stack developer? Full stack developer bisa dibilang programmer yang serba bisa loh. Selain membangun back end dan front end development, fullstack juga memiliki keterampilan mendesain juga. Para full stack developer ini berpengalaman dalam merancang sistem dan mendesain produk dengan cepat dengan berbagai teknik mereka.

Selain itu Fullstack developer tau bagaimana cara bekerja dengan database, server, dan rekayasa sistem tergantung pada sebuah proyek yang dibutuhkan. Para fullstack developer ini mampu dengan mudah beralih antara front end dan back end development berdasarkan persyaratan yang dibutuhkan.

Keren banget gak sih jadi fullstack developer? Nah simak beberapa tips penting untuk kamu yang tertarik menjadi fullstack developer

1. Mulai dengan bahasa pemrograman

Jika kamu memang tertarik dengan fullstack development, kamu harus terampil dalam berbagai bahasa pemrograman, istilahnya multibahasa. Menjadi programmer yang penting harus diasah adalah logika dan algoritmanya, namun untuk menjadi fullstack developer, kamu harus kompeten dalam penataan, perancangan, implementasi, dan pengujian berdasarkan pemrograman tunggal atau ganda.

2. Pelajari manajemen kode dan kontrol versi

Jika kamu sedang menuju ranah full stack development, pelajari Git dan mulai gunakan Github. Git adalah perangkat lunak yang memungkinkanmu untuk melakukan kontrol versi, melacak semua perubahan berbeda pada file kode dan yang telah melakukannya. Ini juga memungkinkan-mu berbagi dan bertukar kode dengan pengembang lain dengan mudah.

3. Menggunakan framework dan libraries Pihak ketiga

Framework yang baik menyediakan fungsi dan objek yang didefinisikan atau tidak ditentukan yang dapat ditimpa oleh pemrogram dan mengembangkan aplikasi mereka. Di sisi lain, library menyediakan fungsi, metode, dll yang dapat kamu panggil melalui kode-mu untuk mengimplementasikan fungsionalitas tertentu.

4. Keterampilan desain UI maupun UX

User Experience (UX) terutama tergantung pada User interface (UI), dan seberapa baik kamu telah menggunakan teknologi front-end. Keberhasilan produk apa pun juga tergantung pada UI dan UX-nya.

Kamu juga harus memahami prinsip dan keterampilan desain prototipe dasar, desain UI dan UX. Sementara menguasai beberapa bahasa front-end seperti HTML5, CSS3, dan kemampuan untuk bekerja dengan libraries pihak ketiga yang populer seperti JQuery, AngularJS, dll adalah selalu dibutuhkan.

5. Belajar menangani database

Menangani banyak database tanpa hambtaan adalah salah satu kehalian yang harus dikuasai oleh fullstack developer. Saat ini, ada opsi database yang cukup tersedia seperti SQL server, MySQL, MongoDB, Redis, Oracle, dll

Jika kamu membuat aplikasi web atau layanan online apa pun, MongoDB adalah pilihan yang sempurna. Tetapi untuk proyek yang lebih besar, MySQL dan Oracle adalah pilihan yang lebih disukai. Kamu harus tahu cara mengelola banyak basis data, berinteraksi dengan mereka, mengambil data, dll. Terakhir, untuk meningkatkan kinerja basis data-mu melalui dukungan caching, Redis dapat digunakan.

Sumber: teknologi.id

You are not authorised to post comments.

Comments powered by CComment

Silahkan Login untuk memberikan komentar.