Home

Event Bootstrap 4 Inixindo

Saat ini hampir sebagian masyarakat membaca berita bukan lagi melalui koran namun menggunakan smartphone. Karena itu penting bagi para web developer dan designer untuk membuat tampilan web yang menarik dilihat serta mudah diakses dan tidak menyulitkan pengguna.

Karena itu Inixindo mengadakan seminar Responsive Web with Bootstrap 4 yang juga membahas tentang UI dan UX.

Berdasarkan riset 95% pengguna setuju jika pengalaman yang baik saat berselancar di web merupakan faktor utama dan 94% mengatakan jika pengguna melihat sebuah website berdasarkan design dari website tersebut.

Karena itu User Interface (UI) dan User Experience (UX) sangat berpengaruh terhadap jumlah visitor sebuah web. UX sebuah web yang responsive juga harus dibarengi dengan tampilan design yang menarik sehingga pengguna tidak akan mudah bosan.

Salah satu framework yang mendukung UI dan UX yang menarik adalah Bootstrap. Bootstrap pertama kali di kembangkan pada pertangahan 2010 di Twitter oleh Mark Otto dan Jacob Thornton. Bootstrap merupakan framework untuk membuat tampilan design web responsif yang dapat menyesuaikan pada tampilan layar pengguna baik itu desktop ataupun mobile.

Penggunaan Bootstrap dapat mempersingkat waktu dan mempermudah para developer untuk membangun front-end website karena Bootstrap sudah menyiapkan semuanya seperti tombol, grid navigasi dan lain sebagainya.

Selain itu Bootstrap juga menyediakan banyak pilihan template yang dapat membuat tampilan sebuah website menjadi lebih menarik. Sehingga baik UI ataupun UX sebuah website dengan framework Bootstrap akan mampu menarik visitor serta meningkatkan jumlah kunjungan.

Inixindo Deep Learning Workshop

Inixindo mengadakan workshop Deep Learning yang bekerja sama dengan PT. Renom Infrastruktur Indonesia dengan menghadirkan Rey Steven Octaviano selaku Head of Data Engineer dari PT. Renom Infrastruktur.

Perlu diketahui jika Deep Learning adalah salah satu cabang dari ilmu Machine Learning yang terdiri algoritme pemodelan abstraksi tingkat tinggi pada data menggunakan sekumpulan fungsi transformasi non-linear yang ditata berlapis-lapis dan mendalam.

“Banyak orang yang salah mengartikan jika Deep Learning merupakan suatu yang berbeda dari Machine Learning. Padahal Deep Learning merupakan salah satu bagian algoritma yang digunakan dalam machine learning.” Tutur Rey.

Saat ini Renom berperan sebagai salah satu framework Deep Learning yang ada di dunia dan sejajar dengan framework Deep Learning lainnya.

Rey mengatakan jika perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini sudah harus belajar bagaimana mengoperasikan sebuah deep learning karena semakin lama kasus di dunia data science semakin kompleks yang awalnya hanya untuk menganalisa data-data perusahaan sekarang sudah merambah ke image analisis dan sebagainya.

Salah satu contohnya ialah kasus dalam sebuah e-commerce. Dalam sebuah e-commerce terdapat banyak image produk, pada saat user mengupload gambar sistem akan secara otomatis mendeteksi apakah gambar tersebut masuk ke dalam produk kecantikan, pakaian, olahraga dan sebagainya dan hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh Deep learning karena Machine Learning belum dapat melakukan hal tersebut. Karena itulah Deep Learning muncul untuk mengatasi kasus dalam image analisis.

Terakhir, Rey juga berpesan jika para junior data scientist untuk terus up to date dalam perkembangan Data Science karena Deep Learning bukanlah masternya dan masih banyak algoritma-algoritma lain seperti Machine Learning karena Deep Learning tidak bisa mengcover semua kasus dalam dunia Data Science.