IT Forum

5 Aksi Peretasan Kartu Kredit yang Marak Terjadi

1. Skimmer

Technical Consultant PT Prosperita ESET Indonesia Yudhi Kukuh menjelaskan peretasan skimmer merupakan model paling konvensional. Aksi ini dilakukan dengan copy atau foto kartu yang biasanya dilakukan oleh orang yang memegang kartu secara langsung seperti kasir atau bagian pendaftaran.

Dulu, metode ini sempat marak terjadi di sebuah waralaba terkenal. Namun, Yudhi mengakui metode ini sudah jauh berkurang karena flow pembayaran yang berubah. Pasalnya, orang pun sudah mulai aware menjaga keamanan kartu beserta data-datanya.

2. Retas Situs-Catat Log Transaksi

Metode kedua yang tak kalah populer adalah melakukan peretasan situs. Peretas akan mencopy log transaksi dari situs tertentu dengan memanfaatkan celah keamanan pada beberapa keranjang belanja situs online," jelas Yudhi.

Peretas akan mencatat log transaksi ke dalam sebuah plain text file. 

3. Retas Situs-Pasang Aplikasi

Tidak jauh berbeda dengan metode kedua. Namun, modus ini meretas dengan memasang sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut akan mencatat transaksi kartu kredit. Modus ini pembaharuan yang sebelumnya karena keranjang belanja tidak mencatat log transaksi ke dalam sebuah plain text file.

4. Malware Berupa Bot.

Yudhi menjelaskan malware yang terkenal dari aksi ini adalah Zbot (Zeus) yang dirancang khusus untuk peretasan data perbankan. Beberapa varian malware ini sempat beredar di Indonesia. 

Untuk jenis seperti ini, bisa diantisipasi dengan penggunaan anti malware pada semua perangkat seperti smartphone, laptop dan komputer. 

5. Phising

Terakhir yakni phising seperti yang baru dilakukan peretas Indonesia di Australia. Aksi ini dilakukan dengan melakukan pengiriman email palsu ke target. "Sehingga target terkecoh dan mengisi data sesuai dengan apa yang diinstruksikan pada email tersebut," jelasnya.

 

Silahkan Login untuk memberikan komentar.