IT Forum

 

Microsoft baru saja merilis Security Intelligence Report Volume 22 yang merupakan laporan dari hasil penelitian tentang serangan cyber di kuarter pertama 2017. Di dalamnya termasuk data ancaman dari lebih dari 100 negara/wilayah. Mereka menyelidiki ancaman dan kerentanan secara teratur dan menerbitkan laporan untuk mengedukasi perusahaan mengenai keadaan ancaman dan merekomendasikan solusi terbaik.

Microsoft mengatur dengan membaginya menjadi periode waktu yang lebih singkat, yaitu satu kuarter (Januari 2017 – Maret 2017), bukan enam bulan selain itu, mereka juga akan melakukan pembaruan yang lebih baik dan lebih sering di masa mendatang.

Dari laporan tersebut terdapat peningkatan sekitar 300 persen akun pengguna Microsoft berbasis cloud yang diserang dari tahun ke tahun (Q1 – 2016 sampai Q1 – 2017). Jumlah akun  yang mencoba masuk (sign-in) dari alamat IP berbahaya juga meningkat 44 persen dari tahun ke tahun di Q1 – 2017.

Layanan cloud seperti Microsoft Azure adalah target abadi bagi penyerang yang ingin membuat senjata virtual dan serangan ini terjadi hampir di seluruh dunia. Lebih dari dua pertiga serangan yang masuk pada layanan Azure pada Q1-2017 berasal dari alamat IP di China dan Amerika serikat yang masing-masing berada pada 35.1% dan 32.5%. Sedangkan Korea berada di posisi ketiga sebesar 3.1 persen, diikuti oleh 116 negara dan wilayah lainnya.

Serangan Ransomware yang baru-baru ini terjadi juga mempengaruhi berbagai belahan dunia dengan berbagai tingkatan. Jepang menghadapi serangan terendah dengan 0.012% pada Maret 2017, China 0.014% dan Amerika Seritkat 0.02%.

Hal tersebut tentunya menjadi perhatian banyak pihak khususnya untuk beberapa perusahaan besar untuk memperkuat sistem keamanan komputer di perusahaannya. Agar kejadian pencurian data yang sempat terjadi beberapa bulan silam tidak lagi terulang.

Laporan dari Security Intelligence Report Volume 22 dapat di download secara gratis di www.microsoft.com/sir.

Silahkan Login untuk memberikan komentar.